Dasar Dasar Manajemen dan Manajemen Keuangan

1 comment

 



Dasar-Dasar Manajemen

Siapa yang Membutuhkan Manajemen ?, tentunya adalah: 

  1. Perusahaan (bisnis)
  2. Segala bentuk organisasi
  3. Segala bentuk kegiatan-kegiatan, serta tidaklah terlalu muluk kalau ada yang mengatakan bahwa hampir setiap manusia dalam berkarya dan senantiasa memerlukan manajemen

Definisi Manajemen
Secara umum manajemen dapat diefinisikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien melalui proses Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC).
Efektif : tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan.
Efisien : kemampuan menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi (mengerjakan pekerjaan dengan benar, terorganisir dan terjadwal).

Unsur-unsur Manajemen
Unsur-unsur manajemen (tools of management) terdiri atas man, money, methods, materials, machines, and market. Dalam manajemen dikenal dengan singkatan 6M (R.Supomo, 2018:3):
  • Man merupakan tenaga kerja (sumber daya manusia), baik tenaga kerja dilevel pimpinan, maupun tenaga kerja dilevel operasional/ pelaksana
  • Money merupakan uang yang dibutuhkan untuk operasional organisasi untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan
  • Methods merupakan cara-cara yang dipergunakan dalam menjalankan organisasi, untuk mencapai suatu tujuan
  • Materials merupakan bahan-bahan yang diperlukan oleh organisasi untuk mencapai suatu tujuan.
  • Machines merupakan mesin-mesin/ alat-alat yang diperlukan atau dipergunakan pada organisasi tertentu untuk mencapai tujuan
  • Market merupakan pasar untuk menjual barang/jasa yang dihasilkan oleh organisai.
Fungsi-Fungsi atau Proses Manajemen



Asas-Asas Manajemen

Asas merupakan dasar tetapi bukan suatu yang mutlak. artinya, penerapan asas harus mempertimbangkan hal-hal khusus dan keadaan yang berubah-ubah. Adapun asas-asas umum manajemen menurut Henry fayol  dalam Malayu S.P. Hasibuan (2007: 9) adalah :
  • Asas pembagian kerja
Asas ini sangat penting, karena asasnya limit factors, artinya ada keterbatan-keterbatasan manusia dalam mengerjakan semua pekerjaan, yaitu:1) Keterbatasan waktu, 2) Keterbatasan pengetahuan, 3) Keterbatasan kemampuan, 4) Keterbatasan perhatian. Keterbatasan-keterbatasan ini mengharuskan diadakannya pembagian pekerjaan. Tujuannya untuk memperoleh efisiensi organisasi dan pembagian kerja berdasarkan spesialisasi sangat diperlukan, baik pada bidang teknis maupun pada bidang kepemimpinan
  • Asas wewenang dan tanggung jawab
Suatu organisasi perlu adanya pembagian wewenanag dan tanggung jawab antara atasan dan bawahan. Wewenang harus seimbang dengan tanggung jawab, wewenang menimbulkan hak, sedangkan tanggung jawab menimbulkan tanggung jawab. Hak dan kewajiban menimbulkan adanya interaksi atau komunikasi antara atasan dan bawahan
  • Asas disiplin
Asas ini menjelaskan bahwa semua perjanjian, peraturan yang telah ditetapkan, dan perintah atasan harus dihormati, dipatuhi, serta dilakasanakan sepenuhnya
  • Asas kesatuan perintah
Asas ini menjelaskan bahwa hendaknya setiap bawahan hanya menerima perintah dari seorang atasan dan bertanggung jawab hanya kepada seorang atasan pula. Asas kesatuan perintah ini perlu, karena jika seorang bawahan diperintah oleh beberapa orang atasan maka ia akan bingung
  • Asas kesatuan arah
Setiap orang (sekelompok) bawahan hanya mempunyai satu rencana, satu tujuan, satu perintah, dan satu atasan, Supaya terwujudnya kesatuan arah, kesatuan gerak, dan kesatuan tindakan menuju sasaran yang sama. Asas kesatuan perintah berhubungan dengan karyawan, sedangkan asas kesatuan arah berhubungan seluruh perusahaan
  • Asas kepentingan umum diatas kepentingan pribadi
Setiap orang dalam organisasi harus mengutamakan kepentingan bersama (organisasi), diatas kepentingan pribadi
  • Asas pembagian gaji yang wajar
Asas ini menjelaskan bahwa gaji dan jaminan-jaminan sosial harus adil, wajar, seimbang dengan kebutuhan, sehingga memberikan kepuasan yang maksimal baik bagi karyawan maupun majikan
  • Asas pemusatan wewenang
Setiap organisasi harus mempunyai pusat wewenang, artinya wewenang itu dipusatkan atau dibagi-bagikan tanpa mengaibakan situasi-situasi khusus, yang akan memberikan hasil keseluruhan yang memuaskan
  • Asas hierarki atau asas rantai berkala
Saluran perintah atau wewenang yang mengalir dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertikal yang jelas, tidak putus, dan dengan jarak terpendek. Maksudnya perintah harus berjenjang dari jabatan tertinggi ke jabatan terendah dengan cara yang berutuan
  • Asas keteraturan
Asas ini dibagi atas material orderdan social order, artinya keteraturan dan ketertiban dalam penempatan barang-barang dan karyawan. Material order artinya barang-barang atau alat-alat organisasi harus ditempatkan pada tempat yang sebenarnya, jangan disimpan di rumah. Social order artinya penempatan karyawan harus sesuai dengan keahlian atau bidang spesialisnya
  • Asas keadilan
Pemimpin harus berlaku adil terhadap semua karyawan dalam pemberian gajian dan jaminan sosial, pekerjaan dan hukuman. Perilaku yang adil akan mendorong bawahan mematuhi perintah-perintah atasan dan gairah kerja. Jika tidak adil bawahan akan malas dan cenderung menyepelekan tugas-tugas dan perintah-perintah atasasnnya
  • Asas inisiatif
Menurut asas ini, seorang pemimpin harus memberikan dorongan dan kesempatan kepada bawahannya untuk berinisiatif, dengan memberikan kebebasan agar bawahan secara aktif memikirkan dan menyelesaikan sendiri tugas-tugasnya
  • Asas kesatuan
Asas ini menjelaskan bahwa kesatuan kelompok harus dikembangkan dan dibina melalui sistem komunikasi yang baik, sehingga terwujud kekompakan kerja (team work) dan timbul keinginan untuk mencapai hasil yang baik. Pemimpin perusahaan harus membina para bawahannya sedemikian rupa, supaya karyawan merasa ikut memiliki perusahaan 
  • Asas kesetabilan jabatan karyawan
Asas ini menjelaskan bahwa pemimpin perusahaan harus berusaha agar mutasi dan keluar masuknya karyawan tidak terlalu sering, karena akan mengakibatkan ketidakstabilan organisasi, biaya-biaya semakin besar, dan perusahaan/organisasi tidak mendapatkan karyawan yang berpengalaman. Pemimpin perusahaan harus berusaha agar setiap karyawan betah bekerja sampai masa pensiunnya

Bidang-bidang Manajemen
  • Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Suhardi (2018: 2017) mengemukakan bahwa MSDM berfungsi untuk pengadaan sumber daya manusia, pemeliharaan sumber daya manusia, memberi kompensasi, dan pengintegrasian serta pemeliharaan tenaga kerja
  • Manajemen keuangan (financial management)
Riyanto dalam Suhardi (2018: 241) mengemukakan bahwa manajemen keuangan adalah keseluruhan aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut
  • Manajemen operasional (operational management) atau manajemen Produksi
Dedi Ansari dan Dita Amanah (2018: 13) manajemen produksi mengacu pada perencanaan, pengorganisasian, arahan, koordinasi dan pengendalian fungsi produksi sedemikian rupa sehingga barang daan jasa yang diinginkan dapat diproduksi pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat, dan dengan biaya yang tepat. Manajemen produksi melibatkan fungsi sebagai berikut:
- Perencanaan dan pengembangan produk,
- Lokasi, tata letak, dan pemeliharaan pabrik,
- Sistem produksi dan mesin,
- Pengelolaan pembelian dan penyimpanan bahan,
- Memastikan pengendalian produksi yang efektif.
  • Manajemen pemasaran (marketing management)
Manajemen pemasaran berasal dari kata manajemen dan pemasaran. Dimana manajemen merupakan rangkaian kegiatan POAC (planning, organizing, actuating, controlling), dan pemasaran merupakan suatu proses kegiatan yang menyangkut menawarkan, menyampaikan dan mempertukarkan produk/jasa dari produsen kepada konsumen serta mendapatkan apa yang mereka butuhkan /inginkan.Tetapi jika kita mengacu pada American Marketing Associatio, pemasaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengarahkan arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai.


Manajemen Kuangan

Definisi Manajemen Keuangan
  • Ricky W. Griffin dalam Dedy Ansari dan Dita Amanah (2018: 2) mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengentrollan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
  • Suad Husnan mendefinisikan manajemen keuangan adalah pengaturan kegiatan keuangan dalam suatu organisasi. Hal ini sejalan dengan pandangan yang dikemukakan oleh Riyanto bahwa manajemen keuangan adalah keseluruhan aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut (Suhardi, 2018: 241).
Fungsi Manajemen Keuangan
Fungsi manajemen keuangan menurut Suhardi (2018: 241) adalah:
  • Perencanaan keuangan, yakni membuat rencana pemasukan dan pengeluaran serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  • Penganggaran keuangan, yakni sebagai follow up dari perencanaan keuangan dengan membuat lebih detail lagi pengeluaran dan pemasukan.
  • Pengelolaan keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana perusahaan yang ada dengan berbagai cara.
  • Pencarian keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  • Penyimpanan keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman
  • Pengendalian keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan yang berlaku di perusahaan.
  • Pemeriksaan keuangan, yakni melakukan audit internal mengenai keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
  • Pelaporan keuangan, yaitu menyediakan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan baik untuk pemegang saham maupun untuk publik.
Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan manajemen keuangan untuk memaksimumkan nilai perusahaan (saham perusahaan/ nilai jual perusahaan). Cara memaksimumkan nilai perusahaan diantaranya degan 
- Laba yang maksimal
- Risiko yang minimal
- Melakukan pengawasa aliran dana
- Menjaga fleksibilitas perusahaan

Peran Manajemen Keuangan
  • Pendanaan (financing), aktivitas untuk memperoleh sumber dana, baik yang berasal dari internal perusahaan maupun dari eksternal perusahaan.
  • Peran investasi (investment), aktivitas penggunaan dana dalam bentuk investasi yang dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan dimasa datang.
  • Peran pembagian laba (devident policy), aktivitas pembagian keuntungan.
Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan
Dalam prakteknya manajemen kuangan merupakan aktivitas untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Maka dari itu untuk mendapatkan hal tersebut, sangatlah perlu untuk selalu memegang teguh prinsip-prinsip dalam manajemen keuangan, yaitu:
  • Konsisten (consistency), merupakan prinsip dimana sistem dan kebijakan keuangan perusahaan itu harus sesuai dengan apa yang telah direncanakan (tidak berubah dari setiap periode), tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan penyesuaian ketika terjadi perubahan signifikan pada perusahaan. Ketidak konsistenan menjadi pertanda bahwa ada manipulasi dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
  • Akuntabilitas (accountability), merupakan prinsip pertanggungjawaban kepada pihak yang berkepentingan mengenai penggunaan sumber dana, apa yang telah dicapai dan sebagainya, kepada pihak yang berkepentingan.
  • Transparansi (transparancy), adalah prinsip keterbukaan dimana setiap kegiatan manajemen dalam memberi informasi laporan keuangan secara lengkap, akurat, dan tepat waktu serta mudah diakses oleh pihak yang berkepentingan.
  • Kelangsungan hidup (viability) adalah prinsip yang menekankan keberlangsungan hidup perusahaan, dimana menekankan pada terjaganya kesehatan keuangan perusahaan. Semua pengeluaran operasional harus disesuaikan dengan dana yang ada, manajemen keuangan harus menyusun rencana keuangannya dalam menjalankan rencana strategisnya guna memenuhi kebutuhan keuangannya.
  • Integritas (integrity) adalah prinsip yang mempunyai tingkat integritas yang mumpuni, baik dalam pencatatan maupun dalam laporan kuangan, terjaga integritasnya dengan kelengkapan dan keakuratannya.
  • Pengelolaan (stewardship) adalah prinsip penatalayanan, dimana dana dikelola dengan baik, kehati-hatian (mengindentifikasi risiko keuangan) dan dapat memberi jaminan sistem pengendalian yang sesuai bahwa dana dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  • Standar akuntansi (accounting standards) adalah sesuai dengan prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang telah berlaku umum, dengan tujuan laporan keuangan yang dihasilkan dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti dari semua pihak yang berkepentingan
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
  • Analisis rasio keuangan dilakukan untuk menilai kinerja perusahaan dari sisi keuangan yg dapat dilihat melalui laporan keuangan.
  • Analisis rasio keuangan merupakan teknik analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan variable keuangan tertentu dengan variabel keuangan lainnya, sehingga dapat diperoleh informasi mengenai berbagai kondisi keuangan perusahaan, tingkat aktivitas, hasil-hasil usaha dan tingkat pertumbuhan perusahaan.
Kalisifikasi Analisis Ratio Keuangan
  • Rasio likuiditas, mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya
  • Rasio profitabilitas, mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
  • Rasio utang, mengukur kualitas kewajiban perusahaan yang perbandingannya antara kewajiban dengan aktiva
Analisis Break Event Point (BEP)
Analisi break event point adalah analisis yang dilakukan untuk menentukan dan mencari jumlah barang produksi yang harus dijual kepada konsumen di harga tertentu agar dapat menutupi biaya-biaya yang timbul, supaya perusahaan tidak menderita rugi, namun pada posisi ini perusahaan belum mendapat untung.
Fungsi analisi break event point:
  • Mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus di pertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
  • Tingkat jumlah produksi minimal yang harus ditetapkan untuk memperoleh laba. Untuk mendapat keuntungan, perusahaan berproduksi di atas BEP tersebut.
  • Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh laba yang telah direncanakan.
  • Mengukur dan menjaga agar penjualan dan tingkat produksi tidak lebih kecil dari BEP itu.
  • Menganalisis efek perubahan harga jual, biaya-biaya, harga pokok dan besarnya hasil penjualan (tingkat produksi).

Related Posts

1 comment

  1. babyliss pro titanium flat iron - TitsaniumArts
    babyliss pro titanium flat iron. 2016 ford focus titanium This ecosport titanium is a flat titanium i phone case iron that was made from a plastic base, plastic titanium belly button rings base. The bottom end of the base is titanium white acrylic paint also included, for easy $20.99 · ‎Out of stock

    ReplyDelete

Post a Comment

PERCAYALAH KAMU BISA, KARENA DENGAN KEPERCAYAAN USAHA UNTUK BELAJAR SEMAKIN TERDORONG
Subscribe Our Newsletter